Diposting pada Agustus 25, 2025

Workshop Aseptic Dispensing


25 Agustus 2025 – Instalasi DIKLAT – RSUD Dr. K.H. Idham Chalid

Pelayanan kesehatan modern menuntut standar mutu dan keselamatan pasien yang tinggi, terutama dalam pemberian sediaan obat steril seperti injeksi dan infus. Salah satu elemen penting dalam menjamin mutu obat steril adalah penerapan teknik aseptic dispensing, yaitu proses penyiapan dan penyerahan sediaan steril dengan cara yang meminimalkan risiko kontaminasi mikroba. Teknik ini sangat krusial dalam mencegah infeksi nosokomial yang dapat memperpanjang masa rawat inap dan meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas pasien.

Tenaga farmasi, perawat, dan bidan merupakan profesi yang memiliki peran langsung dalam pengelolaan dan pemberian obat kepada pasien, termasuk sediaan steril. Namun, masih ditemukan praktik penyiapan obat secara tidak aseptik di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, terutama di fasilitas kesehatan primer dan daerah terpencil. Hal ini terjadi akibat kurangnya pemahaman, pelatihan, dan supervisi yang memadai terkait standar aseptic dispensing yang sesuai dengan pedoman farmasi klinik dan pelayanan kefarmasian.

Workshop aseptic dispensing ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi tenaga kesehatan lintas profesi dalam penanganan obat steril secara aman dan benar. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu memahami prinsip dasar aseptik, mengenali potensi risiko kontaminasi, serta menerapkan prosedur aseptik dalam praktik keseharian di tempat kerja. Kegiatan ini juga merupakan bentuk implementasi dari standar akreditasi fasilitas kesehatan serta mendukung program peningkatan mutu layanan kefarmasian.

Selain itu, interaksi antarprofesi dalam workshop ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi antara tenaga farmasi, perawat, dan bidan. Pemahaman bersama terhadap tanggung jawab masing-masing profesi dalam siklus penggunaan obat akan meningkatkan efektivitas kerja tim dan mengurangi kesalahan dalam proses penyiapan hingga pemberian obat. Pendekatan ini juga mendorong terbentuknya budaya keselamatan pasien yang berkesinambungan.

Kegiatan ini dirancang secara interaktif dengan pendekatan pembelajaran partisipatif, yang mencakup pemaparan materi, simulasi praktik aseptik, serta diskusi studi kasus. Metode ini dipilih agar peserta tidak hanya memahami teori tetapi juga mampu mengaplikasikannya secara langsung dalam lingkungan kerja masing-masing. Kegiatan workshop ini juga akan dilengkapi dengan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta.

Dengan adanya workshop ini, diharapkan terjadi peningkatan signifikan dalam standar penyiapan sediaan steril di fasilitas kesehatan. Tenaga kesehatan yang kompeten dalam aseptic dispensing akan berkontribusi besar terhadap peningkatan mutu pelayanan kesehatan secara umum dan memberikan dampak positif terhadap keselamatan dan kepuasan pasien.