Terakhir diperbarui Maret 4, 2026

Pelita Hati


Apa itu Pelita Hati

PELITA HATI adalah model pendekatan pelayanan paliatif terintegrasi yang dilandasi  cinta kasih dan ketulusan, melibatkan tim multidisiplin untuk   membantu dan memberikan dukungan  komprehensif baik secara fisik, psikologis, sosial, maupun spiritual kepada pasien dan keluarga dalam menghadapi penyakit kronis yang mengancam jiwa sehingga pasien merasa dimanusiakan, didampingi, dan tidak sendiri.

PELITA HATI ditetapkan melalui regulasi Direktur Rumah Sakit sebagai pedoman wajib bagi seluruh pemberi pelayanan agar mampu memberikan asuhan  yang bermakna, efektif, dan manusiawi .

PELITA HATI hadir untuk memastikan bahwa setiap pasien dan keluarga mendapat pendampingan yang utuh, hangat, dan bermartabat sepanjang perjalanan penyakitnya.

Manfaat

Bagi Internal Rumah Sakit

•Mengurangi lama rawat inap pasien kanker, dengan target indikator Length of Stay (LoS) pasien kanker Departemen Kesehatan RI 6-9 hari.

•Meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam memberikan  pelayanan paliatif.

•Meningkatkan kerjasama antar unit dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan.

•Meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan kepada pasien, dengan target indikator standar pelayanan minimal Bidang Keperawatan terkait kelengkapan dokumen asuhan keperawatan 80%.

•Meningkatkan kepuasan pasien dan keluarga melalui pendekatan yang komprehensif terhadap kebutuhan mereka, dengan target indikator berupa Indikator Kepuasan masyarakat 80%.

Bagi Eksternal Rumah Sakit

•Mengurangi lama rawat inap pasien kanker, dengan target indikator Length of Stay (LoS) pasien kanker Departemen Kesehatan RI 6-9 hari.

•Meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam memberikan  pelayanan paliatif.

•Meningkatkan kerjasama antar unit dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan.

••Meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan kepada pasien, dengan target indikator standar pelayanan minimal Bidang Keperawatan terkait kelengkapan dokumen asuhan keperawatan 80%.

•Meningkatkan kepuasan pasien dan keluarga melalui pendekatan yang komprehensif terhadap kebutuhan mereka, dengan target indikator berupa Indikator Kepuasan masyarakat 80%.