19 November 2025 – Instalasi DIKLAT – RSUD Dr. K.H. Idham Chalid
Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) masih menjadi masalah kesehatan global dan nasional yang membutuhkan perhatian serius. Meskipun upaya pencegahan dan pengendalian HIV telah dilakukan secara luas, kasus baru masih terus ditemukan setiap tahunnya. Salah satu kelompok yang memiliki risiko tinggi terhadap pajanan HIV adalah tenaga kesehatan, terutama mereka yang bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan yang menangani pasien dengan status HIV positif maupun pasien dengan risiko tinggi. Pajanan dapat terjadi akibat tertusuk jarum, kontak dengan darah, atau cairan tubuh yang
terinfeksi.
Profilaksis Pasca Pajanan (Post Exposure Prophylaxis/PEP) merupakan langkah pencegahan yang penting dan efektif untuk mengurangi risiko penularan HIV setelah seseorang mengalami pajanan. Pemberian obat antiretroviral dalam waktu kurang dari 72 jam setelah pajanan terbukti dapat menurunkan risiko transmisi virus secara signifikan. Namun, keberhasilan intervensi ini sangat bergantung pada kecepatan tindakan, pengetahuan tenaga kesehatan, serta penerapan prosedur standar dalam penatalaksanaan
PPP HIV.
Di lingkungan rumah sakit, kejadian pajanan kerja terhadap HIV masih sering terjadi, terutama di unit-unit dengan risiko tinggi seperti IGD, ruang rawat inap, kamar operasi, dan laboratorium. Kurangnya pemahaman terhadap tata cara penanganan pasca pajanan, ketidaktahuan mengenai alur pelaporan,
serta keterlambatan dalam memulai terapi profilaksis merupakan faktor yang dapat meningkatkan risiko penularan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan melalui pelatihan dan pembekalan yang terarah dan komprehensif.
Sebagai rumah sakit rujukan regional dan rumah sakit pendidikan RSUD Ciawi memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan seluruh tenaga kesehatannya memahami dan menerapkan langkah-langkah perlindungan diri sesuai pedoman nasional. Penguatan pemahaman mengenai PPP HIV juga menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien (patient safety), sekaligus mendukung terciptanya lingkungan kerja yang aman bagi seluruh petugas kesehatan.
Melalui kegiatan Seminar ini, RSUD Ciawi berupaya memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan praktis kepada tenaga kesehatan tentang tata laksana profilaksis pasca pajanan HIV yang cepat, tepat, dan sesuai standar. Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan kesiapsiagaan petugas terhadap risiko pajanan, memperkuat sistem pelaporan dan rujukan internal rumah sakit, serta mendukung upaya pencegahan dan pengendalian infeksi HIV di lingkungan kerja secara berkelanjutan.