28 November 2025 – Instalasi DIKLAT – RSUD Dr. K.H. Idham Chalid
Diabetes melitus merupakan salah satu masalah kesehatan global yang prevalensinya terus meningkat setiap tahunnya. Menurut data International Diabetes Federation (IDF), jumlah penyandang diabetes di dunia mencapai ratusan juta jiwa dan diprediksi akan terus bertambah pada dekade mendatang. Kondisi ini juga terjadi di Indonesia, di mana diabetes menjadi salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian akibat komplikasi kronis yang melibatkan berbagai organ tubuh. Salah satu komplikasi yang sering terjadi dan berdampak signifikan terhadap kualitas hidup pasien adalah gangguan penglihatan, terutama retinopati diabetik.
Retinopati diabetik merupakan komplikasi mikrovaskular yang terjadi akibat peningkatan kadar gula darah kronis yang merusak pembuluh darah kecil di retina. Penyakit ini dapat berkembang secara progresif tanpa gejala hingga akhirnya menyebabkan gangguan penglihatan permanen bahkan kebutaan. Deteksi dini dan pengendalian faktor risiko menjadi kunci utama untuk mencegah dampak yang lebih berat. Sayangnya, masih banyak pasien diabetes yang datang ke fasilitas kesehatan ketika kerusakan mata sudah lanjut dan sulit diperbaiki.
Penanganan komplikasi mata akibat diabetes tidak dapat dilakukan secara terpisah oleh satu disiplin ilmu. Diperlukan pendekatan multidisipliner yang melibatkan dokter spesialis penyakit dalam dalam pengelolaan kadar glukosa darah, dokter spesialis mata dalam diagnosis dan terapi kelainan retina, serta dokter spesialis gizi klinik dalam perancangan pola makan yang sesuai untuk menjaga kestabilan metabolik pasien. Kolaborasi lintas profesi ini penting untuk memastikan pasien mendapatkan perawatan yang komprehensif dan berkelanjutan.
Dalam rangka memperingati Hari Diabetes Dunia, penting bagi tenaga kesehatan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman mengenai peran sinergis berbagai disiplin ilmu dalam mencegah komplikasi penglihatan akibat diabetes. Melalui kegiatan Webinar Nasional âSaving Sight in Diabetes: The Power of Multidisciplinary Careâ, para tenaga kesehatan diharapkan dapat memperoleh wawasan terkini mengenai konsep kolaboratif dalam tata laksana pasien diabetes yang berisiko mengalami gangguan mata.
Kegiatan ini juga menjadi wadah berbagi pengetahuan dan pengalaman antar dokter spesialis, dokter umum, dan tenaga kesehatan lainnya dalam mengintegrasikan pendekatan medis, nutrisi, dan rehabilitatif secara menyeluruh. Dengan meningkatnya kapasitas tenaga kesehatan melalui kegiatan edukatif ini, diharapkan dapat terjadi peningkatan kualitas layanan terhadap pasien diabetes serta penurunan angka kebutaan akibat komplikasi yang dapat dicegah.