Ciawi, Kabupaten Bogor – Dalam upaya mendukung target eliminasi Tuberkulosis (TBC) di Indonesia, RSUD DR. KH Idham Chalid Ciawi menyelenggarakan Webinar Nasional Pengendalian Tuberkulosis yang menghadirkan tenaga kesehatan, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan di bidang kesehatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan edukasi dan kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan keberhasilan pengobatan serta memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian TBC di masyarakat.
Membuka kegiatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, dr Fusia Meidiawaty SH, M.H.Kes, MARS, C.M.Med, menegaskan bahwa Tuberkulosis masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian dan keterlibatan seluruh pihak secara berkelanjutan.
Menurutnya, kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan hingga tuntas merupakan faktor utama dalam keberhasilan terapi sekaligus langkah penting untuk mencegah penularan dan munculnya kasus resistensi obat.
“Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor mendukung pengendalian dan penanggulangan TBC sebagai upaya meningkatkan kepatuhan pengobatan dan mencegah putus berobat. Kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam meningkatkan keberhasilan pengobatan serta mempercepat pencapaian target eliminasi Tuberkulosis,” ujar dr. Fusia
Sementara itu, Plt. Direktur RSUD DR. K.H. Idham Chalid Ciawi, Warman, SKM., M.Si., menegaskan komitmen rumah sakit sebagai fasilitas kesehatan rujukan lanjutan yang siap menyediakan pelayanan klinis bermutu tinggi, komprehensif, dan ramah pasien bagi penderita Tuberkulosis.
Menurutnya, keberhasilan pengendalian TBC tidak hanya ditentukan oleh kualitas layanan kesehatan, tetapi juga oleh dukungan lingkungan sosial yang mendorong pasien untuk menjalani pengobatan secara terbuka tanpa rasa takut maupun diskriminasi.
“RSUD DR. KH Idham Chalid Ciawi berkomitmen untuk terus memperkuat layanan Tuberkulosis melalui pelayanan yang bermutu, komprehensif, dan berorientasi pada kebutuhan pasien. Kami mengajak seluruh peserta webinar serta masyarakat luas untuk bersama-sama mengikis stigma negatif terhadap penderita TBC. Stigma sering kali menjadi hambatan utama yang membuat pasien enggan memeriksakan diri dan menjalani pengobatan secara terbuka,” kata Warman.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa RSUD DR. KH Idham Chalid Ciawi terus mendukung berbagai program yang bertujuan meningkatkan keberhasilan pengobatan Tuberkulosis melalui penguatan sistem monitoring kepatuhan pasien, integrasi layanan Tuberkulosis yang lebih efektif, serta pemanfaatan teknologi informasi berbasis digital guna mendukung pemantauan dan pendampingan pasien secara berkelanjutan.
Pada sesi ilmiah, peserta memperoleh pemaparan mengenai strategi pengendalian Tuberkulosis yang berfokus pada penguatan peran Pengawas Menelan Obat (PMO) sebagai pendamping pasien dalam memastikan kepatuhan minum obat selama masa pengobatan. Penguatan fungsi PMO dinilai menjadi salah satu strategi efektif dalam meningkatkan angka kesembuhan dan mencegah terjadinya putus berobat.
Selain itu, webinar juga membahas langkah-langkah pencegahan dan pengendalian Tuberkulosis di fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk penerapan etika batuk yang baik dan benar sesuai prosedur sebagai bagian dari upaya memutus rantai penularan penyakit.
Penyelenggaraan Webinar Nasional ini menegaskan peran RSUD DR. KH. Idham Chalid Ciawi tidak hanya sebagai penyedia layanan kesehatan rujukan, tetapi juga sebagai institusi yang aktif mengembangkan edukasi kesehatan, promosi kesehatan, serta penguatan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung agenda nasional eliminasi Tuberkulosis.
Melalui penguatan layanan, peningkatan kepatuhan pengobatan, pemanfaatan teknologi digital, serta keterlibatan aktif masyarakat, diharapkan upaya pengendalian Tuberkulosis dapat berjalan lebih efektif sehingga target eliminasi TBC di Indonesia dapat tercapai dan kualitas kesehatan masyarakat semakin meningkat.